Kasi Prasarana Diduga Pungli, Kepsek Pekerja DAK Dikabarkan Setor Hingga 30 Persen

  • Whatsapp
Kasi Prasarana Diduga Pungli, Kepsek Pekerja DAK Dikabarkan Setor Hingga 30 Persen
Kasi Sarana dan prasarana, Jabal Nur

JENEPONTO, PETIRNEWS.ID – Berdasar dari hasil pemantauan beberapa rekan wartawan pada pengerjaan proyek pembangunan baik rehab maupun RKB atau bangunan baru di lingkungan pendidikan dan kebudayaan Kab. Jeneponto Sulsel, Kepala Seksi sarana dan prasarana, Jabal Nur dibuah bibirkan, selain dinilai toko berjalan, juga diduga pungli.

Jabal Nur atau lazim disebut Kr. Makka selaku Kepala Seksi sarana dan prasarana dinilai sebagai toko berjalan di kubu Dikbud Kab. Jeneponto, sebab pengadaan seng terhadap bangunan di sekolahan, sejumlah para Kepsek Pekerja DAK baik rehab maupun bangunan baru, seakan akan dipaksakan mengambil melalui dia.

Selanjutnya Jabal Nur diduga melakukan pungli, lantaran adanya beberapa para oknum Kepsek Pekerja DAK, berber mengakui adanya penyetoran masuk ke Kasi sarana dan prasarana sesuai komitmen awal, saat akan diberikan rehab atau bangunan baru di sekolah masing masing.

Selain beberapa Kepsek Pekerja DAK berucap mengeluhkan kenaikan seketika harga seng atau tidak sesuai dari harga komitmen awal, yakni harga seng spandek hanya semahal 38 ribu permeter, lalu mengagetkan saat pembayaran tiba tiba dinaikkan menjadi 47 ribu permeter, juga para Kepsek Pekerja DAK tersebut, mengeluhkan terlalu tingginya nilai persen yang diharuskan mereka setor ke pihak Dikbud terkait.

Dari beberapa rekan Kepsek Pekerja DAK yang pernah dikonfirmasi oleh Tim Media ini, memberikan informasi yang berbeda beda ada yang mengaku dimintai setoran 20 Persen dan bahkan ada yang diwajibkan menyetor hingga 30 persen, melalui Jabal Nur Kr. Makka selaku Kasi sarana dan prasarana.

Sekaitan itu, Kepala Bidang pendidikan dasar (DIKDAS) Dikbud Jeneponto, Muhammadong saat dikonfirmasi oleh Media ini di ruang kerjanya pada Kamis, 9 Januari 2020 kepada rekan wartawan dengan tegas menjelaskan, bahwa terkait indikasi adanya penyetoran hingga 30 persen, itu adalah pelanggaran besar yang dilakukan oleh oknum Kepsek dan pihak Dikbud terkait.

Dikatakannya, bahwa sekalipun dirinya selaku Kabid Dikdas yang tidak dilibatkan dalam kegiatan pembangunan DAK tersebut yang selayaknya sebagai PPK dalam pelaksanaan proyek itu, namun jika ada penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh bawahannya tetap juga dia besedia bertanggung jawab, sebagai Kabid.

Kasi sarana dan prasarana, Jabal Nur yang pernah dikonfirmasi sebelumnya, mengatakan bahwa terkait kenaikan harga seng spandek dari harga 38 ribu permeter menjadi 47 ribu permeter, itu adalah hanya miskomunikasi sebab pihak toko menganggapnya hanya 0,25 ketebalan seng, padahal sesuai RAB ketebalan 0,30.

Selanjutnya, terkait adanya informasi tentang penyetoran yang dilakukan oleh para Kepsek Pekerja DAK, Jabal Nur selaku Kasi sarana dan prasarana, dengan tegas menyatakan dirinya bersedia dipertemukan dengan Kepsek yang menudingnya, kapan dan dimana saja.

(Tim Petir)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *