Sejumlah Kepsek Resahkan Tingginya Setoran Persen, Kasi Sarana Diduga Lahan Bisniskan Anggaran DAK Rehab Sekolah

  • Whatsapp
Sejumlah Kepsek Resahkan Tingginya Setoran Persen, Kasi Sarana Diduga Lahan Bisniskan Anggaran DAK Rehab Sekolah
Kasi Sarana dan prasarana, Jabal Nur

JENEPONTO, PETIRNEWS.ID – Terkait adanya dugaan pungli atau indikasi ultimatun Semakin hari, Tim Media ini semakin menampakkan kejelasan adanya penyetoran dilakukan oleh para Kepsek Pekerja DAK 9 hingga 30 persen ke Kasi sarana dan prasarana Dikbud Kabupaten Jeneponto Sulawesi selatan.

Indikasi titik terang kejelasan yang semakin meyakinkan adanya penyetoran persen gelap yang diduga diultimatunkan kepada rekan Kepsek SD pekerja DAK Rehab maupun bangunan baru, itu adalah berdasarkan hasil pemantauan Media ini yang digencarkan di lapangan akhir akhir ini.

Ketua Tim Koalisi Media dan LSM, Ismal beserta Arbet menyebutkan, bahwa berdasarkan pantauan yang dilakukannya akhir akhir ini, pihaknya sudah memiliki bukti bukti pengakuan oknum oknum Kepsek Pekerja DAK, mengakui kalau mereka serentak pada melakukan penyetoran., sesuai dengan komitmen awal masing masing.

Arbet mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pemantauannya di lapangan, besaran jumlah setoran yang dilakukan oleh para Kepsek Pekerja DAK, itu berbeda beda sehingga ada yang hanya menyetor 9 persen, ada yang 20 persen dan bahkan ada rekan guru yang mengaku Kepseknya memaparkan dalam rapat Komite, mengaku menyetor 30 persen.

Temuan di lapangan bukan para Kepsek hanya mengeluhkan adanya penyetoran persen dari besar jumlah dana yang dikelolanya, tapi juga adanya indikasi ultimatum, para Kepsek mengambil semua bahan material melalui satu pintu, yang disinyalir sudah ditunjukkan, oleh Kepala Seksi sarana dan prasarana Dikbud Jeneponto, Jabal Nur.

Mengacu kepada pengakuan para rekan Kepsek, maka sangat mencurigakan dan juga sangat meragukan bantahan Jabal Nur selaku Kepala Seksi saat ditemui oleh Media ini di ruang kerjanya, bahwa terkait adanya tudingan pungli dilakukannya, dia bersedia berhadapan dengan para Kepsek Pekerja DAK.

Bantahannya itu patut diragukan, karena yang jelas hampir semua para Kepsek Pekerja DAK, menyatakan adanya penyetoran persen gelap yang disinyalir mengalir memadati kantong haram, pihak Dikbud Kabupaten Jeneponto.

Kemungkinan besar, karena para Kepsek SD pejkerja DAK diharuskan atau diultimatunkan pada satu titik toko pembelian material, maka Kasi prasarana, Jabal Nur, meraup keuntungan hingga miliaran rupiah, dari jumlah sekolah penerima DAK dimaksud.

Kenapa tidak? Di lain sisi menyebutkan, bahwa dari keuntungan seng spandek saja, permeter Sudah mencapai kurang lebih 4 ribuan sebab menurut salah satu Kepsek, jika mengambil langsung di pabriknya, paling tinggi 40 ribuan permeter, sehingga jika Kepsek membayar 44 ribu permeter maka pihak Dikbud peroleh keuntungan sebesar 4 ribu rupiah/meter, kali sekian ribu meter dari ratusan jumlah sekolah yang dapat bantuan rehab dan bangunan baru di Kabupaten Jeneponto.

Sekaitan hal di atas, pada umumnya warga masyarakat Jeneponto menginginkan, agar Bupati Jeneponto, Drs. H. Iksan Iskandar M.Si segera memerintahkan kepada para rekan Inspektorat dan pihak terkait lainnya, untuk melakukan pengawasan pengawalan terhadap pembangunan dimaksud, demi terlaksananya dengan baik sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.

Sumber PETIRNEWS.ID yang layak dipercaya berjanji, akan memaparkan lebih rinci lagi, untuk edisi selanjutnya, terkait banyaknya rehab sekolah maupun bangunan baru, yang menggunakan alat bangunan, dinilai tidak sesuai dengan petunjuk juknis dalam RAB, terutama kayu yang digunakannya dinilai tidak berkelas.

Berdasarkan dengan indikasi pelanggaran yang disinyalir dilakukan oleh pihak Dikbud terkait, Anggota Devisi Inteljen Lembaga Swadaya KOMNAS WASPAN RI Sulawesi selatan, Bausad Nakku akan menjadikan sebagai bahan laporan ke pihak penegak hukum, ke Polres atau Kejari Jeneponto.

(Tim).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *