Diduga Ingin Kelabui Gurunya, Kepsek SDN 84 Ganrang Ganrang Tuding Kasi Sarana Minta 30%?

  • Whatsapp
Diduga Ingin Kelabui Gurunya, Kepsek SDN 84 Ganrang Ganrang Tuding Kasi Sarana Minta 30%?
Kepsek SDN 84 Ganrang Ganrang, Ernawati S.Pd

JENEPONTO, PETIRNEWS.ID – Kepsek SDN 84 Ganrang Ganrang Kec Binamu Kab. Jeneponto Sulsel, Ernawati S.Pd diduga ingin mengelabui para rekan guru dan Komite sekolah, sehingga di dalam rapat Komite yang digelarnya, dia menyebutkan adanya penyetoran masuk ke Disdikbud Kabupaten sebesar 30 persen.

Guru bawahannya kepada Tim PETIRNEWS.ID mengatakan, bahwa terkait dana Bantuan rehab 1 unit bangunan sekolah dan dana bangunan WC sebesar 345 juta sekian, Kepsek Ernawati dengan lancang terbuka dalam rapat menyebutkan, adanya penyetoran masuk ke Disdikbud sebesar 30 persen, melalui Kasi sarana dan prasarana, Jabal Nur Kr. Makka.

Namun karena diantara perserta rapat saat itu menganggap persennya terlalu tinggi atau dianggap tidak masuk akal, maka termasuk bendahara bangunan rehab menanyakan kembali, jangan sampai Bu Kepsek salah kaprah memahaminya, karena besaran setoran 30 % adalah 100 juta lebih.

“Mendengar protes bisikan bendahara, Kepsek Ernawati menyadari dan kembali berbisik dia salah menyebutkan jumlah setoran 30 persen tetapi melainkan hanya sebesar 30 juta yang akan disetornya ke Kasi sarana “. Ungkap rekan guru yang tidak mau disapa namanya.

Menyikapi hal itu, maka patutlah disinyalir kuat adanya setoran sejumlah persen, masuk di disdikbud Kabupaten, sebesar 9 persen, melalui Kasi sarana dan prasarana, Jabal Nur.

Hal itu dapat tergambarkan dengan kuat pula, seiring dengan adanya pengakuan beberapa rekan Kepsek Pekerja DAK, yang menyatakan adanya penyetoran serentak 9 persen yang mereka sepakati sebelumnya, oleh pihak Disdikbud terkait.

Kepsek SDN Ganrang Ganrang, Ernawati saat ditemui oleh rekan Media ini di ruang kerjanya Kamis, 16 Januari 2020, menyangkali tidak mengakui kalau dia pernah mengucapkan adanya penyetoran masuk ke Kasi sarana atau pihak Disdikbud.

“Saya tidak pernah bilang ada setoran masuk di Disdikbud atau ke Kasi sarana, Jabal Nur Kr Makka kecuali saya hanya katakan ada 30% yang masuk di bangunan”. Katanya dengan nada yang seakan kurang meyakinkan.

Namun bantahan Kepsek itu, tidak pula diterima oleh beberapa rekan gurunya. Para rekan gurunya berkeras, bahwasanya Kepsek itu benar benar mengungkapkan dalam rapat berulang ulang kali, tentang adanya penyetoran 30 persen yang dia setor masuk Diknas.

Rekan guru juga mengungkapkan, bahwa seng bongkaran gedung sekolahnya itu, juga raib dijual oleh Kepala sekolah padahal itu adalah milik negara yang tidak serta merta dimiliki dan dinikmati secara pribadi.

Berdasarkan hasil pemantauan Tim Media ini di lapangan akhir akhir ini, terkait indikasi adanya penyetoran masuk ke pihak disdikbud, terkait, semakin meyakinkan besaran jumlah setoran persen ke Kasi sarana dan prasarana, sebesar 9 persen.

Selain melalui Kasi sarana, juga ada Kepsek yang mengaku menyetor 9 persen melalui anggota Tim Fasilitator pembangunan, yakni Dody termasuk sekaligus dengan dana seng spandek dan juga dana anti rayap.

Anggota Tim Fasilitator pembangunan, Dody

Namun ketika Dody dikonfirmasi di depan Kantor Inspektorat Jeneponto pada Jumat, 17 Januari 2020, dia membantah adanya uang setoran persen yang diterimanya, kecuali uang setoran seng spandek dan uang anti rayap.

“Saya tidak pernah terima uang setoran persen pak kecuali uang pembayaran seng spandek dan uang pembayaran anti rayap yang saya tagih karena saya dipercayakan pihak perusahaan untuk membantunya menagih”. Kata Dody.

Entah siapa yang layak dipercaya. Apakah Dody sebagai salah satu anggota Tim Fasilitator pembangunan, atau rekan Kepsek Pekerja DAK ?? Yang jelas masing masing ada dokumen sebagai arsip kebenarannya.

(Tim Red).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *