Pengerjaan Bangunan Mall Pelayanan Publik Di Bantaeng Diduga Mark-up Anggaran, Diminta BPK RI Segera Audit

  • Whatsapp

BANTAENG, PETIRNEWS.ID — Pengerjaan Proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik yang berlokasi di Kelurahan Tappanjeng Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, kini jadi sorotan publik.

Salah satunya Ketua Pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng, Yusdanar tidak hentinya menyoroti pekerjaan proyek Mall pelayanan Publik baik secara lisan maupun dimedsos facebook dan WA.

Pengerjaan Bangunan Mall Pelayanan Publik Di Bantaeng Diduga Mark-up Anggaran, Diminta BPK RI Segera Audit Menurut Yusdanar dihadapan media ini Kamis, 13/2/2020 mengatakan, bahwa proyek tersebut dimenangkan oleh CV Citra Agung, kegiatan pembangunan gedung kantor, konstruksi Mall Pelayanan Publik dengan nomor kontrak 503/01pk/sp/DPMPTSPK/VIII/2019.

Pagu anggaran, 5.000.000.000.00,- HPS, 3.664.406.538.00 – Nilai Kontrak sebesar 3.539.820.000. Jelas Yusdanar kepada media ini.

Ia mengatakan hasil investigasi Pemuda Lira Kabupaten Bantaeng menemukan dugaan Mark-up anggaran yang disinyalir dilakukan oleh oknum kontraktor CV Citra Agung. Ungkap Yusdanar.

Olehnya itu dana yang dihabiskan sebesar miliyaran rupiah itu, patut diduga dimark-up oleh oknum yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. Katanya.

Berdasar dengan fakta proses pelaksanaan proyek tersebut, hanya rehab ringan saja, sementara yang termaktup dalam papan proyek adalah kegiatan pembangunan kantor. Kata Yusdanar.

Lanjut Yusdanar dengan pertanyaan apa yang dibangun oleh pelaksana, sementara kita ketahui bersama bahwa lokasi gedung kantor PU yang menjadi objek adalah cagar budaya, sementara jelas sekali cagar budaya tidak bisa dirubah bentuk. Papar Yusdanar.

Menurutnya, menarik sebuah perbandingan pembangunan Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Barru, mengutip berita dimedia Barru Pos tertanggal 5 Desember 2019 dengan menganggarkan Mall Publik, dengan nilai kontrak pembangunan Mall Pelayanan Publik sebesar, 2.909.761.000,. Kata Yusdanar.

Nilai kontrak pembangunan enteriornya dengan pembangunan 2 lantai yang dikerjakan oleh PT Karya Pembangunan Resky.

Hal yang sama kutipan berita dari Kabupaten Madiun “beritatrends” tertanggal 16 November 2019, melakukan rehab gedung untuk dijadikan Mall pelayanan publik dengan anggaran 2 Miliyar, bangunan berlantai 2. Ungkap Yusdanar.

Pekerjaan Mall pelayanan publik patut kami menduga bahwa proyek tersebut di atas sarat dengan Mark-up anggaran, semoga dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI bisa menghasilkan pemeriksaan yang obyektif. Harap Yusdanar.

Dengan dasar perbandingan kedua pekerjaan proyek yang sama, Ketua Pemuda Lira Bantaeng, Yusdanar meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, semua stekholder mengawal pemeriksaan Mall Pelayanan publik, agar kisruh bisa terang benderang sehingga In put dan Aut putnya  bisa benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Bantaeng.

(Supriadi awing).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *