Dua Kadus Terima Sapi Bantuan, Kades Barugaya Dinilai Salah Alamat

  • Whatsapp

TAKALAR, PETIRNEWS.ID – Kepala Desa Barugaya Kecamatan Polombangkeng Utara Kab. Takalar Sulsel, Sujarwan S.Sos, dinilai salah alamat alias salah langkah dan salah kaprah, menerimakan ternak sapi bantuan, terhadap warganya yang mapan ekonominya dan terlebih dua Kepala Dusunnya diberikan.

Padahal konon, dahulu Kades ini dikiranya sebagai orang yang adil dan bijaksana alias tidak mengenal diskriminasi, tetapi perkiraan itu ternyata tidaklah sesuai dengan faktanya sekarang ini, melainkan terbalik dinilai buruk.

Sumber mencontohkan terhadap pengadaan 20 ekor sapi asal Dana Desa tahun 2019 dibagi kepada warga yang ekonominya sudah mapan, sementara masyarakatnya yang ekonominya masih dibawah standar, tidak kebagian bantuan sapi.

Bentuk diskriminasi dan tidak adil, sumber menyebut ada dua Kepala Dusun menikmati sapi yang merupakan hak petani miskin.

Berikut masing masing ; Kepala Dusun yang menerima bantuan sapi yaitu: Kepala Dusun Borongkaramasa, Husain Dg Nai dan Kepala Dusun Tarangtowaya, Safaruddin Dg.Talli.

Selain Kepala Dusun yang ekonominya sudah dianggap mapan, juga ada enam warga Desa yang kehidupannya sudah tergolong mampu masing masing ; Arsyad Dg.Sutte, Dg Gassing, Dg Pata, Dg Nanring dan Dg Sossong Dg. Sikki.

Dua Kepala Dusun persi Kepala Desa tergolong mampu, satu diantaranya kata sumber, adalah Safaruddin Dg.Talli Kepala Dusun Tarangtowaya, sudah punya lagi usaha perbengkelan sepeda motor yang dalam wilayah pinggiran timur Kecamatan Polombangkeng Utara dan terlihat bengkel itu tergolong besar, sementara warga miskin yang pantas diberikan bantuan, justeru menjadi penonton cemas.

Kepala Desa Barugaya, yang berusaha dikonfirmasi dirumahnya Senin 17/02, tidak berhasil, Sujarwan sedang keluar.

Tetapi media ini belum berhenti untuk mengetahui sejauhmana kebenaran sumber sehingga tetap berusaha menanyakan melalui WhatsAppnya, dihubungi hari itu juga tetapi sampai jumat 21/02 belum juga dijawab, walau menandakan bahwa WhatsApp tersebut sudah dibacanya.

Selanjutnya, Kades juga dinilai membeli sapi sembronoan tidak menghadirkan dr. Hewan untuk mengecek kesehatan sapi bantuan itu, diantara 20, ada ditemukan dalam keadaan sakit.

(Hamzar Siriwa).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *