Anggarkan Bor Sumur Dangkal 15 Juta, Kades Barana Diduga Mark-up Anggaran

  • Whatsapp

JENEPONTO – PETIRNEWS.ID – Pengerjaan proyek pengadaan sumur bor dangkal di area persawahan pertanian tepatnya di Dusun Mattoanging, Desa Barana Kec. Bangkala Barat, Kab. Jeneponto, Sul-Sel, tertuai sorotan warga, sobab anggarannya dalam Dana Desa (DD) 15 juta persatu titik, diduga ada mark-up karena warga menilai terlalu tinggi anggarannya.

Sejalan dengan itu, sumber media ini mengatakan, bahwa pengadaan sumur bor yang menggunakan anggaran dana desa pada tahun 2018 sebanyak 7 titik yang berlokasi di di Dusun Mattoangin Desa Barana dan pada tahun 2019 sebanyak 8 titik, dari jumlah sumur bor yakni 15 titik yang dibor, hanya dua titik yang berhasil dimanfaatkan oleh warga dan yang lainya dianggap gagal manfaat karena tidak berdebet air yang memuaskan warga.

Selain itu, pengerjaan proyek sumur bor tidak terpasang papan informasi, sehingga masyarakat bingung ini program apa, tuturnya

Lanjut sumber mengatakan, bahwa dari 15 juta rupiah anggaran dipasang oleh Kepala Desa Barana, Asrul Bali persatu titik sumur bor itu, yang dibiayai hanya sewa alat bor yang paling tinggi 5 juta bangunan lantai berukuran kurang lebih satu meter peramsegi empat sebagai dudukan mesin pompa air termasuk ongkos kerja paling tinggi biayanya 500 ribuan pipa kesing ukuran 5 inci sebanyak 7 batang paling tinggi harga standar toko 700 ribuh.

Berikut selan pengisap ukuran 3 inci dengan panjang 25 meter harganya paling tinggi 350 ribu, bila ditotal keseluruhan satu titik sumur bor biayanya sudah termasuk di dalamnya biaya pekerja hanya berkisar 7 juta saja. Taksir sumber.

Apa lagi kata sumber, alat bor yang di sewakan di proyek sumur bor itu, adalah milik Kades, Asrul sendiri, sehingga dipastikan, Asrul Bali mengeruk lebih banyak keuntungan.

Lebih lanjut lagi sumber mengatakan, bahwa proyek pengadaan sumur bor dimaksud, rata rata dikerjakan nyebran tahun contoh seperti pengadaan sumur bor pada tahun 2018 dikerja pada bulan januari 2019 dan begitu juga pada pengadaan sumur bor pada angaran 2019 dikerjakan pada bulan Januari 2020 juga.

Kepala Desa Baran, Asrul Bali

Kades Barana, Asrul Bali yang ditemui di rumahnya Sabtu 21/3/2020 membenarkan kalau biaya sumur bor yang di anggarkan dari dana desanya sebesar 15 juta namun, Asrul membantahnya kalau pengadaan sumur bor di tahun 2018 sebanyak 7 titik yang benar katanya hanya 5 titik saja dan di tahun 2019 diakuinya dikerjakannya 8 titik.

Dia juga mengakui, kalau semua titik sumur yang dibornya sebanyak 13 titik itu berfungsi semua baru baru habis diperiksa sama inpestorat dan satgas dari pusat kementerian desa. Jelas Kades Asrul.

(Hamzar Siriwa).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *