Diduga Pungli Calon Penerima BLT, Lurah Bontotangnga Dinilai Miskin Hati Dilapor Bupati

  • Whatsapp

JENEPONTO, PETIRNEWS.ID – Jika Lurah sebagai pemerintah setempat semestinya menjadi tempat sandaran warga terutama bagi warga miskin yang seharusnya mendapat perhatian dan pelayanan khusus tanpa membebani sepeser rupiahpun, untuk mendapatkan bantuan uluran tangan dari pemerintah pusat, maka Lurah Bontotangnga dinilai berlaku sebaliknya.

Lurah Bontotangnga Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto Sulsel, Hj. St. Subaedah SE dinilai mata duitan alias serakah rupiah, sehingga melakukan pungli terhadap warganya dengan menjanjikan warga akan diterimakan bantuan langsung tunai (BLT), namun semua warga yang didatanya dan masing masing menyetor KK, diantaranya belum diketahui siapa yang akan diberikan diterimakan bantuan tersebut.

Diduga Pungli Calon Penerima BLT, Lurah Bontotangnga Dinilai Miskin Hati Dilapor BupatiLurah, St. Subaedah melancarkan aksi pungli melalui stafnya, yakni: Nurcaya L. SE yang konon di perintahkannya mendata warga miskin bakal calon penerima bantuan BLT dan dianjurkan memintai warga pembayaran 15 ribu hingga 20 ribu rupiah per-KK.

Dalam Surat Pernyataan Sikap yang dibuat oleh korban warga miskin Kel. Bontotangnga tersebut, Nurcaya mengakui dirinya mendata sambil mintai uang setoran terhadap warga sebesar 15 ribu hingga 20 ribu rupiah itu, atas perintah Bu Lurah, St. Subaedah.

Nurcaya juga mengakui, kalau dalam aksinya, dia sudah berhasil mengumpulkan uang hasil Punglinya dari semua warga yang didatanya sebesar, 600 ribu rupiah dan sudah diambil oleh Bu Lurah sebesar 500 ribu dan dia diberi 100 ribu rupiah. Akunya Nurcaya.

Terkait itu, kepada Media ini salah satu Tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya mengungkapkan, bahwa ada dua orang warga miskin yang memprotes adanya pungutan liar, namun mendengar itu, mereka berdua yakni Bu Hasnah dan Bu Rohani diberi panggilan khusus ke Kantor Lurah Bontotangnga, dan sesampainya di Kantor, mereka berdua diberi beras masing masing 10 liter, yang konon untuk tutup mulut. Ungkapnya ke Media ini Minggu, 17 Mei 2020.

Sekaitan dengan itu, sebanyak 23 orang warga kategori miskin serentak berbondong bondong membawa surat pernyataan sikapnya ke Kantor Camat Tamalatea dan sekaligus ke Bupati Jeneponto, Drs H. Iksan Iskandar MSi.

Warga meminta, agar Bupati Jeneponto segera memberhentikan Kapala Kelurahan Bontotangnga Kec. Tamalatea, Haja St. Subaedah, mengingat jika dipertahankan maka akan semakin merusak nama baik pemerintahan di wilayah Butta Turatea ini.

(Syarifuddin Awing).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *