Kepala BPN Takalar Respon Kades Penerima Prona Pungut 250 ribu Ke Warga

  • Whatsapp
Kepala BPN Takalar Respon Kades Penerima Prona Pungut 250 ribu Ke Warga

TAKALAR, PETIRNEWS.ID – Para Kepala desa di Kab. Takalar yang mendapat jatah proyek nasional agraria (prona), kini nampak semakin leluasa menetapkan jumlah biaya administrasi pelaksanaan untuk mengeruk rupaih sebagai keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

Konon, para Kepala Desa pekerja proyek Prona tersebut berani melakukan aksi pematokan harga persertifikat hingga sebesar Rp 250 ribu, karena adanya respon dari Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Takalar.

Kepala pertanahan Takalar, H. Muhammad Naim S.SiT, M.H saat ditemui oleh Media ini di ruang kerjanya 16/05/2020 beralasan, bahwa tidak keberatan kepala desa menerima hingga Rp 250rb dari setiap warga penerima sertipikat prona.

Sebab menurutnya yang dibiayai negara hanya panitia, sedangkan yang lainnya seperti, patok, materai, transpor, makan minum dan rokok serta Kepala Dusun yang ditugaskan untuk mengumpulkan berkas tidak ditanggung oleh negara.

Oleh karena itu wajarlah saja kalau hanya Rp 250 rb yang dipungut Kepala Desa dari warga penerima manfaat. Kata Muhammad Naim.

Atas toleransi Kepala Pertanahan Takalar itu, sehingga Kepala Desa penerima proyek saat ini terbilang semakin mulus memainkan perannya, untuk menggaet mengumpulkan nilai rupiah.

Olehnya seperti di Desa Bontomanai Kec. Mangarabombang dengan jatah prona 2000 bidang Sertifikat tanah yang diberikannya, maka bisa menghasilkan kumpulan nilai rupiah bisa mencapai kurang lebih Rp500juta.

Betapa tidak? Contohkan saja di Desa yang dijabat dijabat oleh Camat mangarabombang, telah menetapkan biaya administrasi kepada calon penerima sertifikat, masing-masing Rp 250 rb per bidang.

Pj. Kepala Desa Bontomanai, Mappaturung yang juga camat mangarabombang saat berusaha dikonfirmasi via ponselnya 16/05 tidak berhasil, namun Sekretaris Desa, Herman, mengaku warga penerima menyetor masing-masing Rp 250 rp untuk biaya pembeli materai sebanyak 6 lembar per satu bidang, biaya foto copy dan transportasi. Akunya.

(Hamzarh Siriwa)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *