Bangun Jambang Keluarga 50 Unit, Kades Turatea Diduga Mark-up

  • Whatsapp
Bangun Jambang Keluarga 50 Unit, Kades Turatea Diduga Mark-up

JENEPONTO, PETIRNEWS.ID – Program yang dikucurkan pemerintah pusat dan daerah melalui dana desa (DD) dan alokasi dana desa ( Add ) Setiap tahunnya tak lain adalah diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan kesejahteraan desa melalui peningkatan pelayanan publik di desa, untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa serta memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari Pembangunan, yang bertujuan untuk pembangunan jambang keluarga sehat demi mendapatkan kenyamanan kepada penerima manfaat tersebut.

Berdasarkan dengan hasil pantauan dari Koalisi Tim Investigasi Lsm Lingkar Turatea kepada Media ini (18/05/20), Mengatakan, bahwa pekerjaan pembangunan jambang sehat Keluarga Khususnya di Desa Turatea Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto Sulsel, dinilai tidak sesuai dengan juknis sebab dalam tahap Pembangunan jambang tersebut, dana yang digunakan bersumber dari dana desa ( dd ) Tahun Anggaran 2020 sebesar 320 juta dengan Volume 50 unit sehingga kami menduga adanya Mark up Anggaran “. Paparnya.

Bangun Jambang Keluarga 50 Unit, Kades Turatea Diduga Mark-upHal senada keterangan dari salah satu anggota BPD menjelaskan, bahwa program pekerjaan pembangunan jambang keluarga sehat di Desa Turatea dengan Volume anggaran perunit itu tidak logis, faktanya karena anggaran tidak sesuai dengan fisik bahkan sangat jauh dari apa yang diharapkan bersama untuk mendapatkan mutu dan kualitas dari Pembangunan jamban sehat Keluarga tersebut”. Ungkapnya.

Sekaitan dengan itu, Kades Turatea, Supandi saat ditemui di kediamannya mengatakan, bahwa pekerjaan jambang keluarga sehat merupakan program lanjutan dari kepala desa Sebelumnya sehingga jika pekerjaan tersebut tidak sesuai fisik serta anggarannya maka itulah yang harus diterima sesuai di RAPBDes dan Sebelumnya telah disepakati bersama “. Tegasnya.

Namun sumber lain menyebutkan, bahwa jika pekerjaan itu hanya diteruskan dari Kades lama, kenapa semen yang dipakai hanya yang 40 kg sementara Kades lama menggunakan yang 50 kg. Karena Kades baru ini hanya pake semen 40 kg, maka sudah patut diduga korupsi 30 kg dalam 1 Unit dikali 50 unit sama dengan 1.500 kg.

Sumber berjanji akan memberikan indikasi korupsi lebih valid yang disinyalir dilakukan oleh Kades, yang menggambarkan lebih terinci dan jelas lagi pada edisi selanjutnya.

(Sapar).

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *