Diduga Hanya Jadi Sponsor Shalat Idul Fitri, Imam Lurah Dinilai Keliru Pecat Dua Imam Lingkungan

  • Whatsapp

TAKALAR, PETIRNEWS.ID – Ternyata terkait pemecatan atau pemberhentian kedua Imam Lingkungan di wilayah Kel. Bulukunyi Kec. Polongbangkeng Selatan Kab. Takalar Sulsel, bukan hanya karena faktor ketidakloyalitasan, tetapi melainkan hanya permintaan setoran ilegal uang zakat fitrah sebesar, 1,2 juta yang tidak dapat dipenuhi oleh Imam Lingkungan.

Diduga Hanya Jadi Sponsor Shalat Idul Fitri, Imam Lurah Dinilai Keliru Pecat Dua Imam LingkunganMemang awal penelusuran, rekan Media ini menampung informasi dari masyarakat, bahwa terjadinya pemecatan pemberhentian Imam terhadap, Dahlan Dg. Tala selaku Imam Lingkungan Makammu II dan H. Baso Limpo selaku Imam Lingkungan Tengko Kelurahan Bulukunyi, karena persoalan kedua Imam itu diduga jadi sponsor pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H baru lalu ini.

Itulah yang diduga dijadikan alasan oleh Imam Lurah Bulukunyi, H. Syamsuddin Dg. Rurung karena menurutnya, setelah diketahui kalau pelaksanaan sholat hari raya idul fitri 1441 H disponsori oleh dua imam lingkungan tersebut, maka dia dapat teguran dan dimarah-marahi sama Kepala bagian kesra, Amran Torada, sehingga sebagai sanksinya, keduanya harus diberhentikan. Kata sumber menirukan ucapan imam kelurahan bulukunyi beberapa hari lalu.

Namun akibat dari pemberhentian tersebut kata Sumber, menjadi berbuntut panjang, karena Kabag Kesrah, Ambran Torada keberatan dicatut namanya seperti diberitakan media ini sebelumnya.

Amran Torada mengatakan, bahwa terkait pemberhentian imam lingkungan sama sekali tidak diketahuinya, sehingga pencatutan namanya dianggapnya sebagai fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan, oleh karena itu ia keberatan dan akan menempuh jalur-jalur tertentu.

Sumber kembali mengungkapkan, bahwa ternyata penyebab dua imam lingkungan itu diberhentikan, belakangan ini diketahui bukan persoalan pelaksanaan sholat hari raya idul fitri, tetapi sesungguhnya adalah berdasar dari permintaan setoran zakat fitrah Rp.1,2 juta yang diminta imam kelurahan bulukunyi, H. Syamsuddin Dg. Rurung dari para imam lingkungan pada bulan ramadhan lalu, tetapi imam lingkungan Tengko manya mampu menyetor masing-masing Rp.600 ribu rupiah.

Itulah sebabnya, Imam Kelurahan sentimen dan mengusulkan keduanya di pecat kerena tidak dipenuhi permintaannya dengan setoran yang ditentukannya per imam lingkungan.

Sekaitan dengan itu, Lurah dan Camat dinilai kurang selektif melihat usulan pemberhentian, sebab sebagai Lurah dan Camat yang baik dan bijaksana, seharusnya kedua imam lingkungan dipanggil untuk diklarifikasi penyebabnya sehingga diusulkan diberhntikan. Pinta sumber kesal.

Karena keduanya merasa tidak punya pelanggaran lalu kemudian dipecat maka ia dan sejumlah keluarganya menganggap pemecatan ini ibarat sebuah penghinaan, sehingga diperlakukan dengan semena-mena, oleh pihak pemerintah camat Polsel dan lurah Bulukunyi.

Menanggapi kejadian pemecatan dua imam lingkungan itu, seorang Tokoh masyarakat Kelurahan Bulukunyi, Hasbullah dg. Nuntung, via WhatsAppnya 09/06 kepada Media ini menyebutkan, bahwa Manusia sering ditemukan berontak karena mereka berusaha mencari hak dan keadilan yang hakiki, walau manusia dinyatakan dengan tegas oleh Allah SWT, memiliki martabat yang sangat mulia.
tidak seperti hewan tidak punya kemuliaan.
Oleh karena itu martabat manusia yang mulia harus dijaga untuk tujuan hidup memperoleh ridho Allah, jangan menghalalkan segala macam cara.

Dua imam lingkungan yang dicopot dari jabatannya menganggap, adalah merupakan pelanggaran martabat, sehingga camat dan kawan-kawan diduga belum mampu merubah jerami menjadi emas.

Tambahan WhatsAppnya berbunyi ; ingat bahwa barang siapa yang menyalakan api fitnah, maka tidak tertutup kemungkinan kelak dikemudian hari ia sendiri akan menjadi bahan bakarnya, maka waspadalah terhadap siksa azab Allah SWT.

Ditambahkan, serahkanlah segala isi hati nuranimu kepada temanmu sepenuhnya, jangan karena nafsu dijadikan alasan
mencopot jabatan imam lingkungan Makammu II dan Tengko, karena republik ini berazaskan pacasila, bukan pancagila.

(Hamzar S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *